Ilmu lebih baik dari harta.
Ilmu menjaga engkau, sedangkan engkau menjaga harta.
Ilmu menghukum dirimu, sedangkan engkau menghukum harta.
Harta berkurang apabila dibelanjakan, sedangkan ilmu bertambah dengan diberikan.

Ilmu lebih baik dari harta.
Ilmu menjaga engkau, sedangkan engkau menjaga harta.
Ilmu menghukum dirimu, sedangkan engkau menghukum harta.
Harta berkurang apabila dibelanjakan, sedangkan ilmu bertambah dengan diberikan.



![]()
Indonesia bukanlah negara biasa. indonesia merupakan negara yang tidak dapat dipandang remeh oleh negara-negara lain. indonesia memiliki kelebihan yang tidak ada duanya di duniia, yaitu persatuan. Sebagai negara yang terdiri dari banyak sekali pulau (sekitar lebih dari 17.000 pulau) yang masing-masing pulau terpisah oleh lautan yang luas, Indonesia memiliki banyak keragaman yang tidak dimiliki oleh negara-negara lain di dunia. Indonesia memiliki beragam suku, budaya, bahasa, agama, dll. Dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang berarti ‘Berbeda-beda tetapi tetap satu jua’. Indonesia dapat mempertahankan kesatuan bangsa sampai saat ini. Oleh karena itu, kita patut bangga sebagai warga negara Indonesia dan kita harus tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa sampai kapanpun juga. Ok!!….

| Krakatau Krakatoa (bahasa Inggris) |
|
|---|---|
Gunung Krakatau pada lukisan abad ke-19. |
|
| Tinggi | 813 m (2,667 kaki) |
| Letak | Selat Sunda, Indonesia |
| Koordinat | |
| Jenis | Kaldera vulkanik |
| Letusan terakhir | 2005 |
Krakatau adalah gunung berapi yang masih aktif dan berada di Selat Sunda antara pulau Jawa dan Sumatra. Gunung berapi ini pernah meletus pada tanggal 26 Agustus 1883. Letusannya sangat dahsyat dan tsunami yang diakibatkannya menewaskan sekitar 36.000 jiwa. Sampai tanggal 26 Desember 2004, tsunami ini adalah yang terdahsyat. Suara letusan Gunung Krakatau sampai terdengar di Alice Springs, Australia dan pulau Rodrigues dekat Afrika, 4.653 kilometer. Daya ledaknya diperkirakan mencapai 30.000 kali dari bom atom yang meledak di Hiroshima dan Nagasaki di akhir Perang Dunia II.
Letusan Krakatau menyebabkan perubahan iklim global. Dunia sempat gelap selama dua setengah hari akibat debu vulkanis yang menutupi atmosfer. Matahari bersinar redup sampai setahun berikutnya. Hamburan debu tampak di langit Norwegia hingga New York.
Ledakan Krakatau ini sebenarnya masih kalah dibandingkan dengan letusan Gunung Toba dan Gunung Tambora di Indonesia, Gunung Tanpo di Selandia Baru dan Gunung Katmal di Alaska. Namun gunung-gunung tersebut meletus jauh di masa populasi manusia masih sangat sedikit. Sementara ketika Gunung Krakatau meletus, populasi manusia sudah cukup padat, sains dan teknologi telah berkembang, telegraf sudah ditemukan, dan kabel bawah laut sudah dipasang. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa saat itu teknologi informasi sedang tumbuh dan berkembang pesat.
Tercatat bahwa letusan Gunung Krakatau adalah bencana besar pertama di dunia setelah penemuan telegraf bawah laut. Kemajuan tersebut, sayangnya belum diimbangi dengan kemajuan di bidang geologi. Para ahli geologi saat itu bahkan belum mampu memberikan penjelasan mengenai letusan tersebut.
Pada hari Senin, 27 Agustus 1883, tepat jam 10.20, meledaklah gunung itu. Menurut Simon Winchester, ahli geologi lulusan Universitas Oxford Inggris yang juga penulis National Geoghrapic mengatakan bahwa ledakan itu adalah yang paling besar, suara paling keras dan peristiwa vulkanik yang paling meluluh-lantakkan dalam sejarah manusia moderen. Suara letusannya terdengar sampai 4.600 km dari pusat letusan dan bahkan dapat didengar oleh 1/8 penduduk bumi saat itu.
Menurut para peneliti di University of North Dakota, ledakan Krakatau bersama Tambora (1815) mencatatkan nilai Volcanic Explosivity Index (VEI) terbesar dalam sejarah modern. Sedangkan buku The Guiness Book of Records mencatat ledakan Krakatau sebagai ledakan yang paling hebat yang terekam dalam sejarah.
Selain itu, ledakan Krakatau telah melemparkan batu-batu apung dan abu vulkanik dengan volume 18 kilometer kubik. Semburan debu vulkanisnya mencavai 80 km. Benda-benda keras yang berhamburan ke udara itu jatuh di dataran pulau Jawa dan Sumatera bahkan sampai ke Sri Lanka, India, Pakistan, Australia dan Selandia Baru.
Akibat letusan itu menghancurkan Gunung Danan, Gunung Perbuwatan serta sebagian Gunung Rakata dimana setengah kerucutnya hilang, membuat cekungan selebar 7 km dan sedalam 250 meter. Gelombang laut naik setinggi 40 meter menghancurkan desa-desa dan apa saja yang berada di pesisir pantai. Tsunami ini timbul bukan hanya karena letusan tetapi juga longsoran bawah laut.
Tercatat jumlah korban yang tewas mencapai 36.417 orang berasal dari 295 kampung kawasan pantai mulai dari Merak (Serang) hingga Cilamaya di Karawang, pantai barat Banten hingga Tanjung Layar di Pulau Panaitan (Ujung Kulon serta Sumatera Bagian selatan. Di Ujungkulon, air bah masuk sampai 15 km ke arah barat. Keesokan harinya sampai beberapa hari kemudian, penduduk Jakarta dan Lampung pedalaman tidak lagi melihat matahari. Gelombang Tsunami yang ditimbulkan bahkan merambat hingga ke pantai Hawaii, pantai barat Amerika Tengah dan Semenanjung Arab yang jauhnya 7 ribu kilometer.

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!